Visit Blog
Explore Tumblr blogs with no restrictions, modern design and the best experience.
#old books
nightclubflunkie · 3 hours ago
Text
Tumblr media
I got upset because the last video I recorded of my playthrough of Stay Tuned for Danger ended up with awful sound (my fault), so I will have to record it.
To compensate, I decided to try my hand at drawing the cover for The Secret of the Old Clock. Not great but I'm pleased! It probably took around three hours, which is more than I usually spend on an illustration.
I recorded (most) of me drawing this. I might post the video to YouTube.
(dA) (insta) (ko-fi) (YT) (spring)
1 note · View note
glasshalffullquotes · 4 hours ago
Quote
Suddenly she realized that what she was regretting was not the lost past but the lost future, not what had not been but what would never be.
F. Scott Fitzgerald
1 note · View note
arefriendsdetectives · 4 hours ago
Photo
Tumblr media
From The Book of Virtues, edited by William J. Bennett.
I'm developing something of a fascination for vintage books on the moral edification of the young. Once upon a time people believed that children weren't inherently good and needed to have the virtues of self-discipline, trustworthiness, kindness, hard work etc. deliberately and painstakingly instilled in them.  The older I get the more I agree. I wish they'd been instilled in me at a younger age. I certainly wish they'd been instilled in many of the people I see in the world now. After a lifetime of living like a feral creature left to its own devices, I feel like I'm embarking on my own remedial moral education.
0 notes
fullfrontispiece · 4 hours ago
Text
Lean On Me
“Barry follows me wherever I go so I can lean on him nonchalantly”
Tumblr media
View On WordPress
0 notes
backonefish · 8 hours ago
Text
But what must have remus been thinking - feeling - when he sees the marauders map in snapes hands? That rush of nostalgia, sorrow, betrayal, confusion, protectiveness. Everything he must have been fighting for 13 years all brought to a head and having to shut it all dowm to protect harry from snape in that moment. The disappointment in harry right after.
Bc harry would never understand, no one could understand what remus had been dealing with ever since lily and james died.
0 notes
Text
Entry 2, 24th February 2021
I spoke with Sean Williams today. He asked me what my project was about. When I told him, he lit up with excitement, “I can’t believe I didn’t think of that!”. A good start, I think.
Everyone, so far, likes the idea of turning Wulf and Eadwacer into a graphic novel for modern audiences. He suggested I read The Water Method Man by John Irving, so I might look into that.
Here are a few short points I liked from his talk that I think will be helpful with my creation:
Read other people’s exegesis and read widely
Hook: has to be a question
Plot: summarise in one sentence
Ending: has to be a statement
1 note · View note
no-one-is-like-o-aa · 9 hours ago
Text
Tumblr media
Tumblr media
Tumblr media
Raiders from the Rings. Alan E. Bourse, 1962.
Back text reads: "The creature that spoke was barely three feet tall, with wrinkled gray skin and monstrous eyes. . . .
"Yours is a war of children. Only children would slaughter each other out of ignorance and fear. Only children would fail again and again to learn the lessons of their foolishness."
It was true. The underground people of Earth were united in terror and desperation against what they considered a frightful threat from the skies. They had sent a mighty armada into space, rushing in lethal orbit toward Mars. The Spacers-still really Earthmen themselves were poised for the counter-blow. The great fleet at Asteroid Central had sufficient warheads to reduce Earth to a cinder.
"But we also know the greatness of your spirit, the pre cious spark which we cannot allow you to extinguish." Now Ben Trefon understood that in the Black Belt of Power
bequeathed to him by his father rested the final hope of the
human race!
A PYRAMID BOOK 40
Cover painting by Jack Gaughan Printed in U.S.A."
Tumblr media
1 note · View note
no-one-is-like-o-aa · 10 hours ago
Text
Tumblr media
Tumblr media
Tumblr media
Tumblr media
Podkayne of Mars. Robert A. Heinlein, 1963.
Back text reads: "Tomorrow's answer to the anti-missile-missile
PODKAYNE OF MARS
An interplanetary bombshell
who rocked the constellations when she invaded the
Venus Hilton
and attacked the
mighty mechanical men
with a strange, overpowering blast
of highly explosive
Sex Appeal.
A cenTERRIFICal tale of two planets by the mastermind of Science Fiction Robert Heinlein"
Tumblr media
0 notes
nonarebahan · 15 hours ago
Text
Perjalanan ke Toko Buku (1)
Tumblr media
Entah kesambet apa, siang itu aku mengirimu sebuah pesan singkat.
"Apakah kamu ada waktu luang akhir pekan ini?"
Buru-buru aku menutup layar ponselku dan menutupi wajahku dengan bantal sambil merutuki diri sendiri.
"Bodoh!Bodoh!Bodoh! Mana boleh kamu mengiriminya pesan seperti itu? Dia pasti akan menolakmu dan beralasan akan ada acara lain," pikirku saat itu.
Tak lama pesan itu terkirim padamu, aku mendapat sebuah balasan darimu.
"Minggu ini aku kosong, gimana?"
"AAAAAAARRRGHHHH"
Aku megap-megap. Aku kalut sekali. Entah aku harus memutuskan untuk mengajakmu pergi atau membatalkannya. Jadi, rencananya aku akan mengajakmu ke toko buku bekas yang lokasinya baru kuketahui dari tulisan artikel yang ditulis seorang kakak tingkat jurusanku. Tadinya aku mau mengajak teman pers kampusku, tapi karena dia sedang sibuk di minggu ini, jadi aku berpikir untuk mengajakmu saja. Pasti rasanaya berbeda jika denganmu. batinku saat itu.
Saat itu aku berpikir jika kau menerima ajakanku, rasanya momen itu akan menjadi sebuah kenangan yang paling berkesan di usia 20 tahunku ini. Jika pun kamu menolak ajakanku, aku mungkin sedikit kecewa dan semakin sadar jika kehadiranku ini mungkin mengganggu ketenangan hidupmu. Jika pun demikian, toh, aku masih bisa ke toko buku lawas itu bersama kawan persku atau teman kuliahku di lain waktu.
Setelah berpikir cukup lama. Aku memutuskan untuk jadi mengajakmu pergi ke toko buku lawas itu.
"Mmmm.. Aku berpikir untuk mengajakmu untuk ke sebuah toko buku di daerah Mantrijeron"
"Boleh. Barangkali di sana aku akan menemukan buku yang menarik dan cocok untuk kubaca"
"Yeay, asikkkk!!!"
Setelah membalas pesan singkat darimu, rasanya bunga-bunga bertebaran di sekitarku. Senyumku merekah seketika. Dadaku yang tadinya sesak jadi terasa lapang. Aku menarik napas lalu menghembuskan napas berulang kali. Seolah tak percaya kamu mengiyakan ajakanku begitu saja, aku bahkan menampar pipiku beberapa kali untuk menyadarkan diriku karena tak bisa berhenti tersenyum.
Kau tahu? Saat itu rasanya aku menjadi orang bodoh. Bodoh sekali. Jika dipikir-pikir kan, sudah sejak lama aku berkata jika aku selalu ingin menghapus perasaanku padamu. Tapi, sekarang apa? kamu justru mengajaknya pergi ke toko buku. Berdua saja pula. Kalau begini caranya, bukannya semakin hilang rasaku padamu, tapi justru semakin kuat akarnya. Entahlah, aku ini memang membingungkan.
Terkadang, jatuh cinta membuatmu bertindak seperti orang bodoh sampai tak sadar jika dirinya kehilangan tali pusar (mungkin sadar, tapi pura-pura tidak sadar).
Tapi tidak apa-apa sih, demi menciptakan kenangan, aku rela kehilangan tali pusarku sesaat.
Hari Minggu yang kutunggu-tunggu akhirnya tiba. Aku dan kamu sepakat untuk sama-sama berangkat pukul 10.30 WIB dengan motor masing-masing. Pukul 10.00 WIB, aku sudah siap dengan kaos putih yang terdapat potongan lengan flanel hitam-kuning yang dipadukan celana cokelat muda. Aku menggunakan pashmina hitam dan masker yang senada dengan warna kerudungku.
Aku ingat sekali aku sampai di depan gang pukul 10.37 WIB. Aku melihat sekeliling dan tidak menemukan tanda-tanda kedatanganmu. Aku pun memutuskan untuk menunggumu di tepi jalan raya sambil menahan panasnya terik matahari yang cukup menyengat.
Setelah merasa cukup lama menunggumu, aku menatap layar ponselku. Jam menunjukkan pukul 10.48 WIB. Aku sedikit bertanya-tanya apa yang kamu lakukan saat itu karena aku melihat maps jika kosmu ke tempatku menunggu itu hanya memakan waktu tujuh menit saja.
Dengan perasaan sedikit kecewa karena kamu terlambat, aku pun memutuskan untuk pergi ke tokonya terlebih dahulu. Barangkali aku bisa menunggumu sambil berteduh. Aku sudah tak tahan jika terus-terusan disuruh menunggu sambil menyiksa diri di bawah terik matahari.
Tak lama aku duduk di atas jok motor, aku mendapat pesan darimu.
"kamu di mana?"
"aku sudah masuk gangnya, aku di samping toko buku lawasnya."
Dari kejauhan aku melihat seorang pria berjaket abu-abu puyeh mengendarai grand astrea. Aku tersenyum tipis melihat kedatangannya. Setelah memarkirkan motor, kami sama-sama melepas jaket yang kami gunakan.
"Pakai jaket seperti itu apa tidak sumuk?"
"Sumuk sih, tapi kan ini kupakai untuk menahan terik matahari," ujarku padamu sambil berlalu mendahuluinya untuk masuk ke dalam toko buku.
Di dalam toko buku lawas tersebut, aku menghirup udara ruangannya dalam-dalam. Menghirup semua aroma-aroma buku bekas yang bertebaran di dalam ruangan. Dua penjaga toko yang sedang sibuk entah melakukan apa pada buku-buku di hadapannya menyapa aku dan kamu dengan ramah.
Kami pun di arahkan untuk ke ruang yang terdapat beberapa rak (mungkin ada 9-10 buku dalam ruangan itu) berisi koleksi buku-buku bekas. Ternyata koleksi buku di toko buku yang kita kunjungi saat itu hanya berisi buku-buku import berbahasa Inggris. Meskipun begitu, kamu tampaknya tak keberatan dan mencoba melihat rak demi rak. Aku pun turut mencoba mencari buku yang menarik minatku.
Tapi, setelah beberapa kali memutari rak, rasanya aku belum menemukan buku yang cocok denganku. Aku pun duduk sejenak di salah satu bangku anyaman bambu di ruangan itu sambil menelanjangi seluruh ruang di toko buku itu. Dari tempatku duduk, aku melihat beberapa hiasan kuno terpajang di meja tamu yang terletak tak jauh dari tempatku berada.
Dan tak jauh dari meja itu, aku melihat beberapa lukisan tertempel di dinding ruangan sehingga sekilas ruangan itu seolah menjelma menjadi ruang instalasi mini. Bisa dikatakan sudut ruangan itu menjadi sudut estetik.
Tapi, tetap saja aku merasa sosokmu yang sedang memilih buku di salah sebuah rak buku itu jauh lebih estetik dibandingkan lukisan yang tertempel di sudut ruang itu.
Aku pun memotret rak-rak di hadapanku sekaligus diam-diam (dengan sengaja) memotret sosokmu yang sedang memilih-milih buku dari belakang.
Di ruangan yang penuh buku-buku itu, suasana cukup hening, aku dan kamu tak terlalu banyak bercakap. Obrolan yang kuingat saat itu adalah obrolan tentang keluhanku yang sampai sekarang tak kunjung menguasai bahasa Inggris dengan benar.
"Kamu sudah menemukan buku?"tanyamu.
"Kupikir sudah, aku sepertinya akan membeli buku poket ini, buku kumpulan cerpen. Kamu sendiri mau beli buku tidak?"
"Entah. Sepertinya tidak. Hmmm, aku sebenarnya tertarik dengan buku perang dunia ini, tapi sepertinya tidak dulu deh. Bukunya berat tapi berbahasa inggris, aku takut nantinya malah tidak terbaca," kamu pun menunjukkan sebuah buku perang dunia yang sedang kamu genggam.
"hmm,, terus habis ini mau ke mana?"
"mungkin ke shopping?"
"janganlah. panas banget sekarang, mager juga kalau harus keliling-keliling tanpa tahu mau beli buku apa. Mending kita ke togamas atau ke gramedia saja,"usulku.
"ah, bener. Kita ngadem dulu aja di gramedia pusat terus salat zuhur dan makan siang, yaudah yukkk"
aku pun membayar buku yang ku pilih barusan dan kita berdua pun bergegas meninggalkan toko buku lawas itu.
0 notes
uwcairns · 16 hours ago
Text
Tumblr media
Tumblr media
​Happy Mother’s Day! 💐 The Cairns Collection of American Women Writers has SO MANY books for mothers. Some consist of practical advice, some of moralizing essays, & some are purely aspirational. Some of the authors were home economists by training; others were children’s book authors. Most of what we have ranges from about the 1840s-1920s. It’s fascinating to see how much changes over that time period, & how much is still the same today!
[Cairns HQ 734 S22 1907. Sangster, Margaret Elizabeth Munson. “The queenly mother in the realm of home.” New York, c1907. Cairns HQ 734 S215 1912. Sangster, Margaret Elizabeth Munson. “The mother book.” Chicago, 1912. Cairns HQ 759 .H6 1897. Herrick, Christine Terhune. “A home book for mothers and daughters.” New York, 1897. Cairns HQ 759 J6 1904. Jordan, Charlotte. “Mother thought.” New York, 1904.]
https://www.instagram.com/p/COtPTluMvOM/?igshid=16ypueu82ohu0
2 notes · View notes
jesperfaheeys · 20 hours ago
Text
Me: *starts casually reblogging weird shit about a new book/tv show/movie*
Followers, friends, last productive braincell, uni work: aaaand she's doing it again. Let's pack it up folks. See you in three months when the high is over
40 notes · View notes
noclueist · 21 hours ago
Text
Epistolary novel - is it dead or alive?
Epistolary novel – is it dead or alive?
#guestpost written by Laolu Ogundele The act of writing itself is like an act of love. There is contact. There is exchange too. We no longer know whether the words come out of the ink onto the page, or whether they emerge from the page itself where they were sleeping, the ink merely giving them color. Georges Rodenbach Some of my best middle school memories involve passing secret notes to my…
Tumblr media
View On WordPress
1 note · View note